"aa bangun aa papa jatoh..."
Teriakan demi teriakan terus menerus dilancangkan oleh sang adik kepada kakanya karena panik melihat sang bapak tergeletak di lantai. mulai dari nada biasa saja sampai nada penuh pengharapan bahwa sang kakak akan terbangun dari tidurnya. "A'a bangun aa papa jatoh".. sahut sang adik terus diulang-ulang sampai lima atau enam kali.
Minggu, 18 oktober 2015. alhamdulillah hari itu cerah, langit diluar sangat kebiruan dan matahari menyinari komplek itu. namanya emerka, pagi itu dia keliatan rapih dan wangi sekali. memang benar, ternyata dia mau pergi ke sebuah tempat untuk membeli sebuah tiket pertandingan sepak bola bersama temannya.
Temen emerka : "Gua depan rumah elu nih, keluar dong". (Pesan dari BBM)
emerka : "oke gua keluar nih".
tanpa menunggu lama emerka berjalan menuju pintu luar rumahnya. ketika itu dia melihatnya bapaknya yang sedang asik menonton televisi, tapi setelah dia ingin berpamitan ternyata sang bapak tertidur di sofa. niat baik emerka ingin pamit, akan tetapi dia tidak ingin membangunkan tidur nyenyaknya sang bapak. "jleeeeg" (suara pintu terbuka). oh tidak, ternyata bapaknya terbangun.
bapak : mau kemana ka minggu pagi gini?
emerka : mau jalan-jalan pa. "sahut dengan santai dan berpamitan"
emerka pergi bersama temannya menaiki sebuah sepeda motor, dan sampai lah di sebuah tempat yang pasti orang di indonesia tahu tempatnya. Insya allah :") .... ada kejadian unik, mereka berdua datang sangat kepagian. dari informasi yang didapat, antrian tiketnya dibuka pada pukul 08.00 pagi. sedangkan mereka sampai di tempat pada pukul 06.30. mau tidak mau mereka berdua harus menunggu sampai tiba waktunya antrian dibuka. tidak hanya disitu, kejadian unik lainya ternyata mereka salah antrian tiket. sungguh dilluar dugaan sekali, hampir setengah jam mereka antri dan ternyata salah. hmmmm bisa dibayangkan. akhirnya mereka berdua mencari-cari dimana tiket box yang benar yang mereka mau. dan akhirnya ketemu.. ternyata sudah ramai antrian demi antrian, akan tetapi tiket boxnya masih tutup. ramai begitu ramai antrian dari berbagai macam usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua pun rela mengantri demi sebuah tiket sepak bola karena ini pertandingan final. mungkin ini yang dinamakan hari sial, waktu sudah menunjukan pukul 08.00 tiket box belum juga dibuka sama pihak panitia. kesal, bosan, jenuh, marah menjadi salah satu yang dirasakan mereka semua yang mengantri dari pagi. suasana mulai kacau, dorong-dorongan pun terjadi beberapa kali. untung saja masih bisa dikendalikan supaya tidak terjadi kerusuhan yang lebih lanjut. detik demi detik, menit demi menit terus berganti dan tak kunjung juga dibuka tiket antrian oleh pihak panitia. terdengar dari bagian dalam ruangan lainnya ada suara-suara bahwa ada tiket box yang baru dibuka, alhasil kerumunan dari luar sontak berlarian masuk kedalam tanpa terkendali. suasana menjadi kacau balau. emerka bingung harus menunggu atau masuk kedalam. akhirnya emerka masuk bersama temannya. suasana didalam juga tidak kondusif, banyak yang saling selak-menyelak untuk mendapatkan tiket tersebut. berdesak-desakan, dorongan-dorongan sudah menjadi suatu kebiasaan masyarakat indonesia yang bisa dikatakan kurang tertib dalam menunggu antrian. karena situasi semakin kacau, pihak panitia menutup kembali tiket box yang tadinya sudah dibuka itu. emerka bingung harus kemana lagi, dia dan temannya jalan mengelilingi lingkungan tempat tiket itu dijual. terlihat dari kejauhan ada kerumunan orang sedang mengantri tiket tersebut. lanngsung saja emerka dan temannya mengambil barisan untuk dapat antrian yang lumayan sudah panjang juga. sedikit demi sedikit antrian berkurang, dan pada akhrinya mereka akhirnya mendapatkan tiket yang mereka inginkan. dengan bangganya emerka pada saat itu mendapatkan tiket pertandingan final sepak bola itu. karena apa, emerka dan temannya itu belum pernah sekalipun nonton tim kebanggannya langsung bertanding di stadion kebanggaan indonesia.
setelah mendapatkan tiketnya, mereka berdua akhrinya hendak pulang kerumah dahulu. karena pertandingan final itu dimulai pada pukul 19.00 atau tepatnya malam hari. sesampai dirumah, emerka pun langsung duduk dan beristirahat.
ibu : dari mana ka?
emerka : ini abis beli tiket final bola mah.
ibu : emang kapan mainnya ?
emerka : nanti malem mah jam 7an.
ibu : oh yauda nanti hati-hati aja ya. pasti rame kan, jaga diri baik-baik ya ka.
emerka : iya oke siap mah.
perut pun mulai merasa lapar, emerka pergi kedapur untuk mengambil sebuah makan siang. setelah itu, dia duduk dan menyalakan televisi. kebiasaan emerka memang makan sambil menonton tv. lalu, dari arah kamar mandi terlihat bapaknya emerka keluar, ternyata abis mandi. ya emang abis ngapain lagi ya? hehe..
"di tempat duduk..."
secara tiba-tiba bapak emerka langsung duduk dan memegang tangan emerka serta berkata..."
bapak : badan bapak anget ya ka, badan bapak meriang nih ka.
emerka : enggak anget kok pa.
bapak : ...... masa sih? tadi dari mana ka?
emerka : ini abis beli tiket final bola pa.
bapak : dapet emang? kan ngantri banget tuh liat aja diberita.
emerka : dapet kok ini pa, ini juga ngantri banget tadi. parah deh pokonya. orang sendal aku aja sampe putus pa. kacau deh pokonya haha.
bapak : oh yauda hati-hati aja, kalau nanti nonton liat ya jangan asal duduk, nanti kamu ada di kubu suporter yang salah lagi. hati-hati juga kalau terjadi rusuh nantinya.
emerka : iya pa siap, aku udah tau kok
percakapan terhenti sampai disini pada pukul 12an siang. tanpa disadari, percakapan tadi adalah percakapan TERKAHIR emerka dengan bapaknya. emerka pun naik ke lantai 2 rumahnya untuk beranjak mandi dan sholat dzuhur. setelah mandi dan sholat dzuhur, karena emerka merasa lelah karena seharian mengantri tiket final dia berniat untuk tidur. karena pertandingannya masih lama dan emerka punya cukup waktu untuk istirahat. setelah itu jam menunjukan pukul 14.20, terdengan suara teriakan dari lantai bawah ada suara teriakan...
"aa bangun aa papa jatoh..."
ternyata itu suara adiknya emerka. secara perlahan emerka bangun dari tempat tidurnya, dia mendengar bahwa ternyata bapaknya "JATOH". sontak ini membuat emerka panik dan langsung turun ke bawah. tangga demi tangga ia lewati, dan secara kaget dan sangat terkejut emerka melihat bapaknya tergeletak di lantai. panik, kaget, bingung, tidak mengira bahwa bapaknya bisa jatoh seperti ini.
emerka : papa kenapa tri? ya allah...
tri : gaktau ka aku pas keluar kamar tiba-tiba papa udah jatoh.
emerka : panggilin tetangga cepetan! minta bantuan. "ya allah paaaaa bangun pa, kok bisa jatoh si :""(
tidak lama kemudian tetangga emerka datang membantu mengangkat bapaknya, dengan gotong royong sang bapak dibawa keruang tamu untuk dikasih pertolongan pertama. langkah pertama yang dilakukan tetangganya yaitu mencoba memompa dibagian perut atau dada. suara-suara nafas kecil terdengar dari bapaknya emerka. beberapa kali terus memompa agar sadar kembali, tapi "TAKDIR BERKATA LAIN". kurang lebih pada hari minggu 18 oktober 2015 jam 14.35 atau lebih bapak dari emerka menghembuskan nafas yang terakhir. emerka tidak percaya, kaget, shock, badanya lemas, air mata mulai turun dari bola matanya... air mata kesedihan pun tak terbendung pada saat itu. suasana pun mulai berduka, kabar mulai duka mulai disebarkan. keluarga emerka pun masih tidak menduga bahwa bapaknya sudah tidak ada. tapi, apapun yang terjadi mereka pun ikhlas melepas kepergian sang mendiang bapaknya.
emerka pun sangat menyesal, kecewa, marah pada dirinya sendiri. kenapa dia tidak bertindak apa-apa disaat keluhan terlontar dari mulut bapaknya. yah, penyesalan memang selalu datang terakhir. tidak dapat dipungkiri sampai saat emerka berpisah dengan bapaknya, emerka masih akan terus selalu ingat akan kebaikan-kebaikan yang telah di berikan oleh almarhum bapaknya. di dalam setiap sholat dan doanya emerka selalu berdoa....
"ya allah ampunilah segala bentuk dosa bapak, baik yang disengaja atau tidak disengaja. terimalah segala amal baik bapak, iman islam bapak, agama islam bapak, wudhu bapak, sholat bapak, puasa bapak, ibadah haji bapak, sedekah bapak, zakat bapak. bapak orang yang baik ya allah, orang banyak yang sayang bapak, bapak orangnya juga rajin ibadahnya, sholat sunnah dikerjakan, sholat wajib dikerjakan, begitupun puasa sunnah dikerjakan, puasa wajib dikerjakan. permudahkanlah bapak dalam jalan menuju surga ya allah, jangan siksa bapak di alam kubur, haramkan bapak kepada api neraka, lapangkan kuburan bapak, terangkan kuburan bapak ya allah serta bahagiakanlah bapak di alam kubur ya allah"
"bapak, maafin aku ya pa belum sempat bahagiain atau nyenengin bapak. Insya allah aku akan sukses pa, aku bakalan bahagian bapak dengan kesuksesan aku. aku juga akan bahagian ibu, kakak, dan adik pa. maafin aku ya bapak selama ini aku selalu menyusahkan bapak, aku terus-terusan menjadi beban pikiran bapak setiap hari, aku minta terus tanpa pernah sekalipun memberi. aku udah menghilangkan barang pemberian bapak, insya allah pa, ketika aku udah sukses nanti entah itu kapan aku pasti akan ganti itu semua dengan hasil jerih payah aku sendiri pa. maafin aku ya pa :")
"bapak yang tenang ya pak di alam sana, kita semua sekeluarga udah ikhlas melepas bapak biar bapak tenang dan bahagia disurga. kita semua SAYANG DAN CINTA SAMA BAPAK. I LOVE YOU PA :")
"ya allah bukalah pintu surga yang selebar-lebarnya buat bapak. jaga serta lindungi bapak ya allah disurga. bapak tenang ya pak disurga sana, insya allah kita semua sekeluarga akan terus doain dan kirim doa buat bapak, AMIN :")
18-10-2015
Amin..
BalasHapusAmin. Makasih bung ahmad:)
HapusAamiin ya allah..
BalasHapus